Resah yang biru mencabik kejam,
Manakala kesendirian intim kembali,
Bayang-bayang asa berbaur gulana,
Dan sempurnalah derita renta,
Satu-satu nostalgia biaskan kata manis,
Seolah mendendangkan kerinduan,
Sementara langit hitam kian pekat,
Telaga harapan tak lagi punya sinar,
Segalanya redup,
Seperti nyala lilin termakan yang laut
9/22/2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar